Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Indonesia Kalah, Gol Jasim Elaibi Paksa Indonesia Terbang ke Paris
Olahraga
18 jam yang lalu
Indonesia Kalah, Gol Jasim Elaibi Paksa Indonesia Terbang ke Paris
2
Persib Bersiap Menyongsong Championship Series
Olahraga
21 jam yang lalu
Persib Bersiap Menyongsong Championship Series
3
Lawan Irak, Ini Harapan Iwan Bule Jelang Laga Timnas Indonesia
Olahraga
24 jam yang lalu
Lawan Irak, Ini Harapan Iwan Bule Jelang Laga Timnas Indonesia
4
FIBA dirikan Kantor Perwakilan di Jakarta, Menpora Dito: Wujud Kepercayaan Dunia Basket
Olahraga
22 jam yang lalu
FIBA dirikan Kantor Perwakilan di Jakarta, Menpora Dito: Wujud Kepercayaan Dunia Basket
5
Langkah-langkah Mudah Klaim Asuransi Mobil All Risk, Auto Diterima!
Umum
7 jam yang lalu
Langkah-langkah Mudah Klaim Asuransi Mobil All Risk, Auto Diterima!
6
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
Olahraga
5 jam yang lalu
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kunjungi Yayasan Eks Kombatan, La Nyalla Ingin Perkuat Pendidikan Kewirausahaan

Kunjungi Yayasan Eks Kombatan, La Nyalla Ingin Perkuat Pendidikan Kewirausahaan
Sabtu, 22 September 2018 12:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LAMONGAN - Calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti, bersilaturahim ke Yayasan Lingkar Perdamaian, di Desa Tenggulun Kecamatan Selokuro, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (21/9), kemarin.

Kedatangan calon senator nomor urut 22 ini disambut langsung oleh eks kombatan sekaligus Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi.

"Selamat datang, Bang Nyalla. Terima kasih berkunjung ke yayasan kami. Semoga berkah bagi kita semua," kata Ali Fauzi yang tak lain adalah adik dari almarhum Amrozi, terpidana kasus terorisme Bom Bali.

"Kami sangat senang, dan siap membantu semampu kami. Kami juga mendukung sepenuhnya program-program yang akan dijalankan Bang Nyalla nantinya," imbuh Ali Fauzi.

Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) sendiri didirikan mantan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) dan mantan instruktur perakit bom, Ali Fauzi, bersama para mantan napi teroris (napiter). Selain terlibat dalam Bom Bali, Ali Fauzi juga melatih milisi Ambon dan Poso, hingga kemudian tertangkap pada 2004 di Filipina. Yayasan Lingkar Perdamaian kini eksis dalam menjalankan program deradikalisasi.

"Tahun 2006 saya dipulangkan, lalu bertobat, dan mulai kerja sama untuk menekan penyebaran paham terorisme," tandasnya.

Ali merupakan direktur yayasan yang ia dirikan dua tahun lalu itu. Misi yayasannya adalah menyediakan komunitas baru bagi eks teroris dan mencegah mereka kembali ke jaringan lama.

La Nyalla mengaku salut dengan inisiatif Ali dan eks kombatan lain di yayasan tersebut. Ke depan, diperlukan berbagai program komprehensif untuk melakukan deradikalisasi.

"Salah satunya adalah kewirausahaan. Jadi berjihad bukan dalam arti fisik atau menyerang, tapi juga berbuat kebaikan melalui kewirausahaan yang bisa membuka lapangan kerja, mengentaskan pengangguran, membantu orang miskin, menyejahterakan keluarga. Insya Allah bisnis yang dijalankan dengan jujur itu pahalanya luar biasa," ujar La Nyalla.

Sebagai ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim serta puluhan tahun menjadi pengusaha, La Nyalla memahami betul pentingnya pendidikan kewirausahaan di semua lapisan masyarakat.

"Dulu saya nekat bisnis karena kepepet enggak punya uang. Sekarang harus beda. Harus dididik agar bisnisnya semakin bagus. Yayasan Lingkar Perdamaian bisa menjadi jembatan untuk menyebarkan jihad ekonomi, jihad wirausaha yang berkah ke masyarakat. Sehingga dengan sendirinya deradikalisasi berjalan," pungkas La Nyalla. ***

wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/