Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aditya Bagus Arfan Tuntaskan Misi di Pertamina Indonesian Grand Master Tournament 2024
Olahraga
15 jam yang lalu
Aditya Bagus Arfan Tuntaskan Misi di Pertamina Indonesian Grand Master Tournament 2024
2
Digosipkan Pacari Putri Zulkifli Hasan, Venna Melinda Dukung Verrel Bramasta
Umum
12 jam yang lalu
Digosipkan Pacari Putri Zulkifli Hasan, Venna Melinda Dukung Verrel Bramasta
3
Kadis Nakertransgi: Pemprov DKI Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Kadis Nakertransgi: Pemprov DKI Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja
4
Tom Holland dan Zendaya Rahasiakan Persiapkan Pernikahan
Umum
12 jam yang lalu
Tom Holland dan Zendaya Rahasiakan Persiapkan Pernikahan
5
Prilly Latuconsina Bikin Film Horor 'Temurun' Jadi Ajang Fun Run
Umum
12 jam yang lalu
Prilly Latuconsina Bikin Film Horor Temurun Jadi Ajang Fun Run
Home  /  Berita  /  Nasional
Catatan Akhir Tahun 2020

PKS: Tren Ekonomi Indonesia Sudah Turun sebelum Pandemi

PKS: Tren Ekonomi Indonesia Sudah Turun sebelum Pandemi
Ketua bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS Anis Byarwati. (foto: dok. ist.)
Rabu, 30 Desember 2020 17:25 WIB

JAKARTA - Ketua bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS Anis Byarwati mengungkapkan, pandemi Covid-19 tidak bisa dijadikan dalih oleh pemerintah sebagai penyebab buruknya kondisi ekonomi Indonesia.

"Saya kira pemerintah tidak bisa berdalih untuk mengatakan bahwa semua-muanya karena pandemi. Karena sebelumnya kita juga sering evaluasi," ungkap Anis dalam webinar 'Catatan Politik Akhir Tahun 2020 DPP PKS', Rabu (30/12/2020).

Anis menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia memang sudah memiliki tren yang tidak bagus sebelum pandemi.

"Kita tidak bisa mengatakan bahwa ekonomi kita baik-baik saja dan karena ekonomi kita fondasinya memang kurang bagus sehingga ketika terjadi pandemi, bertambahlah," ucap Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS ini.

Di tengah pandemi ini, Anis mengatakan bahwa faktor utama terjadi pada krisis kesehatan namun pemerintah mengalokasikan upayanya untuk pemulihan ekonomi.

"Padahal tidak ada ekonomi tanpa masyarakatnya sehat. Masyarakat itu bukan saja kehilangan daya belinya, tetapi yang punya pun menahan daya belinya karena masih ada Covid," tandas dia.

Selain itu Anis juga menyoroti perihal aspek lain yang mempengaruhi kondisi ekonomi ini, seperti kemiskinan juga peningkatan angka pengangguran.

"Peningkatan pengangguran cukup signifikan menjadi 9,7 juta jiwa ini perlu perhatian serius karena nanti efeknya besar. Jadi memang saya kira kemiskinan, pengangguran, kesehatan ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah," tutur Anis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Rilis
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Politik, Ekonomi
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/