Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ramai-ramai Kecam Wasit, Baim Wong hingga Raffi Ahmad Suarakan #AFCCurangLagi
Olahraga
21 jam yang lalu
Ramai-ramai Kecam Wasit, Baim Wong hingga Raffi Ahmad Suarakan #AFCCurangLagi
2
Progres Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B di Pekan ke-31 Capai 10,43 Persen
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Progres Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B di Pekan ke-31 Capai 10,43 Persen
3
Pejabat DKI Ini Bakal Mundur Sebagai ASN untuk Jadi Bupati Purwakarta
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Pejabat DKI Ini Bakal Mundur Sebagai ASN untuk Jadi Bupati Purwakarta
4
Persiapkan Indonesia Hadapi Irak, Shin Tae-yong Optimistis Lolos ke Olimpiade 2024 Paris
Olahraga
20 jam yang lalu
Persiapkan Indonesia Hadapi Irak, Shin Tae-yong Optimistis Lolos ke Olimpiade 2024 Paris
5
Aditya Raih Norma GM, Eka Putra Wirya: PB Percasi dan Sponsor Bangga
Olahraga
17 jam yang lalu
Aditya Raih Norma GM, Eka Putra Wirya: PB Percasi dan Sponsor Bangga
6
Target Terpenuhi, Aditya Raih Norma GM di Pertamina Indonesian GM Tournament 2024
Olahraga
18 jam yang lalu
Target Terpenuhi, Aditya Raih Norma GM di Pertamina Indonesian GM Tournament 2024
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Alihkan Bansos Sembako, Jokowi Sebut Digitalisasi Data yang Terintegrasi Sistem Bank

Alihkan Bansos Sembako, Jokowi Sebut Digitalisasi Data yang Terintegrasi Sistem Bank
Presiden Joko Widodo berbicara dalam rapat terbatas tentang persiapan penyaluran bantuan sosial tahun 2021 di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (29/12/2020). (foto: ist./setpres)
Rabu, 30 Desember 2020 14:22 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengubah bentuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek dari sembako menjadi uang tunai.

"Yang dulu diberikan dalam bentuk sembako, terutama untuk Jabodetabek sudah kita putuskan sekarang tunai lewat pos atau lewat bank," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/30/2020).

"Betul-betul kirim ke rekening penerima manfaat. Jadi proses digitalisasi data bansos yang diintegrasikan dengan 'banking system' saya kira itu yang kita inginkan," tegas Jokowi.

Dalam lansiran antaranews.com yang dikutip Rabu (30/12/2020), presiden Jokowi menjelaskan bahwa program perlindungan sosial mendapat jatah Rp110 triliun dalam APBN 2021. Rinciannya; Rp12 triliun bagi 10 juta KPM penerima bansos tunai dengan masing-masing Rp300.000 selama empat bulan; Rp45,1 triliun untuk program kartu sembako yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing Rp200.000 per bulan; Rp 28,7 triliun untuk Program Keluarga Harapan dengan 10 juta KPM selama empat triwulan; Rp10 triliun untuk program Kartu Prakerja; Rp14,4 triliun untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa; Rp3,78 triliun untuk diskon listrik selama enam bulan ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Politik, Pemerintahan
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/