Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
Umum
19 jam yang lalu
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
2
Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak, Ria Ricis Resmi Jadi Janda
Umum
19 jam yang lalu
Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak, Ria Ricis Resmi Jadi Janda
3
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
Umum
19 jam yang lalu
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
4
Satoru Mochizuki Tetapkan 13 Pemain Timnas Wanita Tampil di Piala Asia Wanita U 17
Olahraga
5 jam yang lalu
Satoru Mochizuki Tetapkan 13 Pemain Timnas Wanita Tampil di Piala Asia Wanita U 17
5
Indonesia Melaju ke Final Piala Uber 2024, Komang Ayu Jadi Bintang
Olahraga
4 jam yang lalu
Indonesia Melaju ke Final Piala Uber 2024, Komang Ayu Jadi Bintang
6
Ginting Kalahkan Chou Tien Chen, Indonesia Unggul 1-0
Olahraga
3 jam yang lalu
Ginting Kalahkan Chou Tien Chen, Indonesia Unggul 1-0
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kabut Asap Makin Tebal, Kualitas Udara Sumbar Tidak Sehat

Kabut Asap Makin Tebal, Kualitas Udara Sumbar Tidak Sehat
Ilustrasi: kabut asap di Sumbar. (GATRA/Nella Marni/re1)
Rabu, 16 Oktober 2019 17:40 WIB
PADANG - Kabut asap kiriman dari provinsi tetangga semakin tebal menyelimuti wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Akibatnya kualitas udara di wilayah setempat kembali mencapai level Tidak Sehat, pada Rabu pagi (16/10) pukul 08.00 WIB dari pantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG/GAW) Bukit Kototabang.

Dikutip dari Gatra.com, Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG/GAW) Bukit Kototabang, Wan Dayantolis, dalam keterangan tertulis diterima Gatra mengatakan, adanya asap yang menyebar cukup merata hampir ke seluruh wilayah Sumbar.

Sumber asap juga terpantau meluas dari wilayah Riau, Jambi dan Sumsel, dikarenakan masih adanya hotspot pada daerah tersebut hingga pagi ini.

"Berdasarkan pengukuran PM10 di GAW Kototabang dalam 24 jam terakhir, menunjukkan angka pada level sedang yang umumnya terjadi sepanjang hari. Kualitas udara sempat berada level Tidak Sehat dengan dengan baku mutu PM10 diatas 150 ug/m3, pagi pukul 10.00 hingga 11.00 WIB kemarin," ujar Dayantolis, Rabu (16/10/2019).

Dia katakan, pagi ini sejak pukul 06.00 WIB, PM10 masih terpantau berada level di atas baku mutu, yakni 152 ug/m3. Namun berangsur menurun menjelang sore ini menjadi 138 ug/m3 atau berada pada level Sedang.

Dalam prediksi model terdapat potensi penurunan kualitas udara ke level sedang secara meluas akan mencapai puncak pada malam hari.

"Keberadaan PM10 dengan konsentrasi pada level sedang biasanya memberi dampak kurang baik pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta kelompok yang memang memiliki riwayat gangguan saluran pernafasan," sebutnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker saat berada di luar rumah. Warga juga diminta untuk berhati-hati saat berkendara, karena adanya potensi pengurangan jarak pandang hingga kurang dari 5 kilometer (km).

"Maka pengendara kendaraan bermotor sebaiknya menyalakan lampu utama pada sepeda motor dan lampu senja pada kendaraan roda empat. Jika berada di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker guna antisipasi gangguan kesehatan," ujarnya. (gtr)

Editor:arie rh
Sumber:Gatra.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/