Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSIS Kantongi Licensing AFC Challenge League Dan BRI Liga 1
Olahraga
23 jam yang lalu
PSIS Kantongi Licensing AFC Challenge League Dan BRI Liga 1
2
Musisi dan Wartawan yang Tergabung di PSKI Sukses Gelar Halalbihalal
Umum
20 jam yang lalu
Musisi dan Wartawan yang Tergabung di PSKI Sukses Gelar Halalbihalal
3
Heru Budi Hartono Tinjau Lokasi Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Heru Budi Hartono Tinjau Lokasi Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
4
Senator Dailami Sesalkan Pengelola Minimarket Memukul Bukan Merangkul Jukir
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Senator Dailami Sesalkan Pengelola Minimarket Memukul Bukan Merangkul Jukir
5
Avril Lavigne Anggap Teori Konspirasi Tentangnya Sebagai Bukti Awet Muda
Umum
18 jam yang lalu
Avril Lavigne Anggap Teori Konspirasi Tentangnya Sebagai Bukti Awet Muda
6
Arema FC Gandeng Apparel Nasional Musim Depan
Olahraga
23 jam yang lalu
Arema FC Gandeng Apparel Nasional Musim Depan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

H-5 Pencoblosan, Bawaslu Sebut Politik Uang belum sampai ke Pemilih?

H-5 Pencoblosan, Bawaslu Sebut Politik Uang belum sampai ke Pemilih?
Jum'at, 12 April 2019 18:45 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfikar
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, mengungkapkan belum ada politik uang yang langsung diterima oleh pemilih hingga H-5 pencoblosan Pemilu serentak 2019.

"Tapi kan praktiknya belum sampai ke pemilih," kata Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad Afifudin kepada Wartawan di kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (12/04/2019).

Meski begitu, Afif tak menampik jika dugaan-dugaan politik uang memang ada, "jadi, identifikasinya masih sebatas apakah ini ranah suap atau pidana korupsinya, sementara pidana pemilunya belum ada praktik yang dilakukan makanya itu kami kemarin koordinasi,".

Penjelasan Afif tersebut, menyusul kordinasi Bawaslu RI dengan KPK beberapa lalu dalam upaya mencegah terjadinya serangan fajar (jual beli suara) pada Pemilu 2019. Afif juga menepis jika koordinasi tersebut hanya sebatas soal dugaan rencana serangan fajar Caleg Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

"Ini menjelang masa tenang kurang beberapa hari lagi, maka tentu kami akan fokus pada persolan bagi-bagi uang yang ada beberapa hal yang barang kali bisa disinergikan dengan peran KPK dalam pemberantasan korupsi," kata Ketua Bawaslu Abhan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/04/2019).

Pada pemberitaan sebelumnya disebutkan, Kasus dugaan politik uang di Pemilu 2019, tidaklah sedikit. Ada soal ada temuan amplop-amplop bertanda "cap jempol" yang disita KPK dari tersangka korupsi asal Golkar, Bowo Sidik Pangarso dan ada "amplop" Luhut kepada Kyai sepuh di Madura pada 30 Maret 2019 yang masih butuh kajian.

Per 1 April 2019, Bawaslu RI juga telah menangani hingga tahap putusan inkrah, sedikitnya 9 kasus politik uang di Pemilu 2019.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/