Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
Olahraga
23 jam yang lalu
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
2
PT Pembangunan Jaya Ancol Bukukan Pendapatan Rp 255,6 Miliar
Pemerintahan
23 jam yang lalu
PT Pembangunan Jaya Ancol Bukukan Pendapatan Rp 255,6 Miliar
3
Sekda DKI Kukuhkan 171 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Sekda DKI Kukuhkan 171 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji
4
Lima Komisi DPRD DKI Sampaikan Rekomendasi Atas LKPJ APBD 2023
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Lima Komisi DPRD DKI Sampaikan Rekomendasi Atas LKPJ APBD 2023
5
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
Umum
14 jam yang lalu
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
6
Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak, Ria Ricis Resmi Jadi Janda
Umum
13 jam yang lalu
Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak, Ria Ricis Resmi Jadi Janda
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Test Event Asian Para Games 2018 Diamankan 2.500 Personil Keamanan

Test Event Asian Para Games 2018 Diamankan 2.500 Personil Keamanan
Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari (kanan) didampingi Deputi IV INAPGOC, Irjen Pol Drs Deden Juhara saat acara Rapat Koordinasi Teknis Pengamanan Test Event Asian Para Games 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (7/6/2018).
Kamis, 07 Juni 2018 22:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sebanyak 2.500 personil gabungan Polri dan TNI dipersiapkan mengamankan pelaksanaan Test Event Asian Para Games III yang digelar di Komplek Gelora  Bung Karno Jakarta,  25 Juni hingga 4 Juli 2018.

"Sebanyak 2.500 personil gabungan Polri dan TNI siap mengamankan pelaksanaan Asian Para Games 2018. Dan, penambahan jumlah personil bisa saja dilakukan sesuai kebutuhan nanti," kata Deputi IV Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC), Irjen Pol Drs. Deden Juhara dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Pengamanan Test Event Asian Para Games 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Sejalan dengan keinginan Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari yang ingin menunjukkan bahwa Indonesia ramah bagi kaum disabilitas, kata Deden Juhara, personil yang diterjunkan akan diinstruksikan untuk selalu mengedepankan komunikasi dalam melayani seluruh peserta yang berasal dari 42 negara Asia. 

"Seluruh personil keamanan akan selalu mengedepankan komunikasi dalam melayani seluruh peserta sehingga tidak terjadi kesalahpahaman," ungkapnya. 

Dalam sambutannya, Raja Sapta Oktohari mengingatkan ada tiga hal yang menjadi parameter sukses pelaksanaan Asian Para Games 2018. Yakni, Sport (tempat pertandingan), Athlete Village (perkampungan atlet) dan transportation (transportasi). "Dari mulai tempat pertandingan, perkampungan atlet hingga angkutan harus memiliki fasilitas untuk kaum disabilitas. Yang lebih penting lagi, kita harus bisa menjaga ketepatan waktu transportasi atlet yang akan bertanding dari perkampungan atlet ke lokasi pertandingan," kata Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari. 

Diakui Okto, memang belum semua fasilitas pertandingan ramah untuk kaum disabilitas. Namun, dia yakin masalah tersebut bisa diselesaikan apalagi berbagai pihak sudah memberikan perhatian. "Saya yakin semua fasilitas bisa disediakan. Untuk angkutan saja, kita sudah siapkan 80 bus khusus untuk atlet disabilitas," ujarnya. 

Sebelum Test Event Asian Para Games 2018, kata Okto, INAPGOC akan melakukan simulasi tanggal 19 dan 23 Juni 2018. Tujuannya, agar pelaksanaan Test Event bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

Menyangkut masalah penonton, kata Okto, INAPGOC akan merangkul pihak Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) DKI Jakarta agar pelajar tidak diliburkan saat Asian Para Games 2018. "INAPGOC akan meminta Depdiknas DKI Jakarta mengarahkan pelajar untuk datang bukan hanya menyaksikan pertandingan tetapi bisa mengikuti berbagai kegiatan ekstra kulikuler di sekitar Komplek Gelora Bung Karno," jelasnya.

Sebelumnya, Deputi I INAPGOC, Taufik Yudi mengatakan ada 408 atlet dari 13 negara yang akan ambil bagian Test Event Asian Para Games 2018 yang mempertandingkan di lima cabang olahraga. Yakni, tenis meja, basket kursi roda, para atletik, bulutangkis, serta para swimming. 

"Mereka bukan hanya memperebutkan 222 medali tapi juga tiket menuju Paralympics Games. Karena ada beberapa cabang yang akan jadi babak kualifikasi Paralympics," katanya.

Dari lima cabang olahraga tersebut, para atletik, bulutangkis, para swimming, dan basket kursi roda akan masuk dalan kategori test event. Sedangkan tenis meja masuk dalam kategori sanction, yakni event tersebut diakui oleh federasi Internasional sebagai babak kualifikasi untuk APG atau Paralympics.

"Yang sanction biasanya kelas open saja. Karena sebagai kualifikasi maka cabang tenis meja menjadi cabang yang memiliki keikutsertaan terbanyak yakni dari 13 negara termasuk Indonesia dan beberapa negara di luar Asia. Yang lain, Hong Kong, India, Singapura, Jerman, Korea, Venezuela, Taipei, Thailand, Belanda, Kazakhstan, Iran, dan Malaysia," ujarnya.

Sementara cabang lainnya, seperti basket kursi roda diikuti oleh tiga negara saja, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Selebihnya hanya atlet Indonesia saja yang ambil bagian.

Untuk nomor pertandingan, para atletik akan memperlombakan 86 nomor, bulutangkis 14 nomor, para swimming 77 nomor, tenis meja 44 nomor, dan basket kursi roda 1 nomor saja. Semua nomor lomba ini akan berdasarkan pada klasifikasi yang berstandar internasional.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/