Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lima Komisi DPRD DKI Sampaikan Rekomendasi Atas LKPJ APBD 2023
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Lima Komisi DPRD DKI Sampaikan Rekomendasi Atas LKPJ APBD 2023
2
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
Umum
16 jam yang lalu
Kuasa Hukum Tepis Isu Sarwendah Ajukan Gugatan Cerai kepada Ruben Onsu
3
Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak, Ria Ricis Resmi Jadi Janda
Umum
15 jam yang lalu
Teuku Ryan Wajib Nafkahi Anak, Ria Ricis Resmi Jadi Janda
4
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
Umum
15 jam yang lalu
Icha Yang Pukau Pengunjung Whiterabit Monteyra
5
Satoru Mochizuki Tetapkan 13 Pemain Timnas Wanita Tampil di Piala Asia Wanita U 17
Olahraga
1 jam yang lalu
Satoru Mochizuki Tetapkan 13 Pemain Timnas Wanita Tampil di Piala Asia Wanita U 17
6
Indonesia Melaju ke Final Piala Uber 2024, Komang Ayu Jadi Bintang
Olahraga
26 menit yang lalu
Indonesia Melaju ke Final Piala Uber 2024, Komang Ayu Jadi Bintang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kata Ketua DPR, Jumlah Shabu yang Akan Masuk Perairan Indonesia Ada 2,5 Ton Lagi, Aparat Diminta Siap Siaga

Kata Ketua DPR, Jumlah Shabu yang Akan Masuk Perairan Indonesia Ada 2,5 Ton Lagi, Aparat Diminta Siap Siaga
Pengungkapan shabu 1,6 ton di Kepualaun Riau. (istimewa)
Rabu, 21 Februari 2018 13:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Setelah aparat BNN dan TNI AL berhasil mengungkap shabu 1 ton, beberapa hari lalu BNN dan Bea Cukai Kepulauan Riau kembali mengamankan 1,6 shabu asal Cina.

Selain mengapresiasi atas keberhasilan aparat yang menangkap kapal berbendera taiwan tersebut, Ketua DPR RI, bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta seluruh aparat penegak hukum baik, TNI, Polri, BNN dan Bea Cukai untuk tetap waspada.

Pasalnya kata dia, jumlah narkoba yang akan diselundupkan ke Indonesia jumlah keseluruhan adalah 5 ton.

"Kita apresiasi keberhasilan aparat menangkap kapal berbedera Taiwan yang mengangkut 1.6 ton narkoba jenis sabu di Kepulauan Riau, Batam," ujarnya, Rabu (21/2/2018).

Bamsoet juga meminta, agar aparat penegak hukum untuk memperluas pengusutan secara mendalam jaringan penyelundup narkoba dengan modus transportasi kapal laut berbendera asing dan modus penyelundupan narkoba lainnya.

"Karena menurut informasi BNN berdasarkan laporan intelejen Cina, ada 5 ton yang masuk ke perairan Indonesia. Jadi, masih ada sekitar 2,5 ton lagi yang belum terungkap pasca penangkapan 1 ton sebelumnya tiga pekan lalu juga di Batam," tandasnya.

Komisi III DPR juga diminta mendorong Kejaksaan untuk segera mengeksekusi terpidana mati kasus narkoba yang telah berkekuatan hukum tetap guna memberikan efek jera bahwa Indonesia tidak main-main dengan narkoba. ***

wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/