Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tampil di Kandang, Borneo FC Lebih Percaya Diri Hadapi Madura United FC
Olahraga
24 jam yang lalu
Tampil di Kandang, Borneo FC Lebih Percaya Diri Hadapi Madura United FC
2
Srikandi PLN dan Bhayangkari, Berbagi Cahaya Pengetahuan Listrik untuk Masyarakat
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Srikandi PLN dan Bhayangkari, Berbagi Cahaya Pengetahuan Listrik untuk Masyarakat
3
Srikandi PLN Mengajar, Mahasiswa LP3I Jakarta Gali Lebih Dalam Peran Humas di Era Digital
Umum
24 jam yang lalu
Srikandi PLN Mengajar, Mahasiswa LP3I Jakarta Gali Lebih Dalam Peran Humas di Era Digital
4
Senator Dailami Ingin Pemprov DKI Segera Bangun RSUD Tipe B di Kepulauan Seribu
DPD RI
22 jam yang lalu
Senator Dailami Ingin Pemprov DKI Segera Bangun RSUD Tipe B di Kepulauan Seribu
5
Hadapi Borneo FC di Leg Kedua Semifinal, Rakhmat Basuki: Ada Energi Positif
Olahraga
23 jam yang lalu
Hadapi Borneo FC di Leg Kedua Semifinal, Rakhmat Basuki: Ada Energi Positif
6
Cleberson Siap Jalankan Instruksi Demi Tiket Final
Olahraga
23 jam yang lalu
Cleberson Siap Jalankan Instruksi Demi Tiket Final
Home  /  Berita  /  Politik

DPD RI Minta Presiden Kecam PM India Atas Kekerasan dan Diskriminasi Agama

DPD RI Minta Presiden Kecam PM India Atas Kekerasan dan Diskriminasi Agama
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin saat bertemu Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)
Rabu, 19 Januari 2022 16:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin meminta pemerintah Indonesia untuk turut memperhatikan dan mengambil langkah diplomatik tegas terhadap eskalasi kekerasan dan diskriminasi bermotif agama yang terjadi di India saat ini.

"India merupakan negara sahabat yang sejak awal dikenal sangat dekat dengan RI, tapi melihat eskalasi internal India saat ini, rasa Sangat tidak etis jika Indonesia mendiamkannya. India harus disadarkan tentang arti penting kemajemukan dan kemanusiaan," tegas Sultan melalui keterangan resminya pada Rabu (19/01/2022).

Indonesia kata Sultan, tentu sangat menghargai kedaulatan India sebagai negara, Namun bangsa Indonesia juga berkewajiban memberikan teguran keras jika agenda politik kekuasaan telah menyimpang dari nilai-nilai Kemanusiaan universal. Apalagi yang diserang adalah kelompok minoritas Muslim dan Kristen.

"Saya kira tidak berlebihan jika pemerintah Indonesia baik Presiden maupun melalui kementerian Luar negeri memberikan atensi serius dengan kecaman dan isyarat diplomatik lainnya yang bisa meredakan ketegangan sosial politik yang terjadi di India. Indonesia harus mengambil peran perdamaian yang lebih di level global, khususnya di negara-negara Asia-Afrika," ungkapnya.

Diketahui, Seruan kekerasan agama dengan cara pembantaian besar-besaran umat Muslim di India kembali terjadi. Otoritas India telah melaporkan seorang biksu Hindu yang menghasut kekerasan agama setelah ia menyerukan pembantaian Muslim di India. Telah terjadi peningkatan penargetan kelompok nasionalis Hindu yang terafiliasi dengan Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Narendra Modi terhadap minoritas Muslim dan Kristen di banyak wilayah.***

wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/