Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Indonesia Raih Tiket Final Piala Thomas 2024, Jojo: Fajar/Rian Penentu
Olahraga
21 jam yang lalu
Indonesia Raih Tiket Final Piala Thomas 2024, Jojo: Fajar/Rian Penentu
2
Meski Cerai, Ria Ricis dan Teuku Ryan Tetap Jaga Hubungan Baik
Umum
23 jam yang lalu
Meski Cerai, Ria Ricis dan Teuku Ryan Tetap Jaga Hubungan Baik
3
Lawan Chinese Taipei, Fajar/Rian Tambah Keunggulan Indonesia 2-0
Olahraga
22 jam yang lalu
Lawan Chinese Taipei, Fajar/Rian Tambah Keunggulan Indonesia 2-0
4
Ed Sheeran Pilih Fokus Tur, Belum Mau Rilis Lagu Baru Tahun Ini
Umum
23 jam yang lalu
Ed Sheeran Pilih Fokus Tur, Belum Mau Rilis Lagu Baru Tahun Ini
5
Brad Pitt Kepergok Jalan Bareng Ines De Ramon di Pantai Santa Barbara
Umum
23 jam yang lalu
Brad Pitt Kepergok Jalan Bareng Ines De Ramon di Pantai Santa Barbara
6
Indonesia Tertinggal 0-2 dari China, Fadia/Ribka: Hasilnya Belum Sesuai
Olahraga
8 jam yang lalu
Indonesia Tertinggal 0-2 dari China, Fadia/Ribka: Hasilnya Belum Sesuai
Home  /  Berita  /  Politik

Legislator PKS Singgung PR Prabowo soal Teknologi Penginderaan

Legislator PKS Singgung PR Prabowo soal Teknologi Penginderaan
Nelayan bersama temuan benda asing diduga drone laut. (foto: ist./twitter @jatosint via seputartangsel.com)
Sabtu, 02 Januari 2021 14:23 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi I fraksi PKS DPR RI, Sukamta menyebut, peningkatan teknologi pertahanan khususnya dalam penginderaan jarak jauh merupakan tantangan bagi Menteri Pertahanan (menhan) Prabowo Subianto.

Pernyataan Sukamta, menyusul ditemukannya benda diduga drone asing di perairan Indonesia.

"Ini pekerjaan rumah Pak Menhan untuk mendorong percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh. Indonesia bisa melalukan kerjasama dengan beberapa negara lain untuk alih teknologi selain tentunya dengan mendorong riset nasional untuk pengembangan teknologi yang mendukung sistem pertahanan yang handal. Lebih dari itu pemerintah perlu segera perbaiki sistem keamanan teritori, agar kejadian drone yang menyelundup ini tidak terulang lagi," kata Sukamta kepada wartawan, Sabtu (2/1/2021).

"Kita tidak mau wilayah kita diobok-obok pihak asing. Oleh sebab itu kewaspadaan harus ditingkatkan," tandas Sukamta.

Sebelumnya, kata Sukamta, nelayan di perairan Pulau Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menemukan benda asing diduga pesawat nir-awak (drone) bawah air, yang memasuki perairan Indonesia pada penghujung Desember 2020. Benda diduga drone bawah air itu, kini diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut di Makassar.

Menurut Sukamta, jika benar benda itu merupakan drone yang dimiliki negara lain maka artinya keamanan nasional dalam keadaan sangat rentan.

Sehingga, menurut Sukamta, selain apa yang menjadi PR bagi Prabowo tersebut, pemerintah juga harus melakukan protes keras dan melakukan tindakan diplomatik yang tegas.***

wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/