Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kemenpora dan MNC Group Gelar Nobar Timnas U 23 Indonesia
Olahraga
18 jam yang lalu
Kemenpora dan MNC Group Gelar Nobar Timnas U 23 Indonesia
2
Kemenpora Dorong Pemuda Eksplorasi Minat dan Hobi Lewat Pesta Prestasi 2024
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kemenpora Dorong Pemuda Eksplorasi Minat dan Hobi Lewat Pesta Prestasi 2024
3
Lalu Mara Ingatkan Lobi Iwan Bule Bikin Shin Tae-yong Berani Ambil Resiko
Olahraga
16 jam yang lalu
Lalu Mara Ingatkan Lobi Iwan Bule Bikin Shin Tae-yong Berani Ambil Resiko
4
Hadapi Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U 23, Shin Tae-Yong Berikan Kepercayaan Kepada Pemain Timnas Indonesia
Olahraga
16 jam yang lalu
Hadapi Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U 23, Shin Tae-Yong Berikan Kepercayaan Kepada Pemain Timnas Indonesia
5
Witan Sulaeman: Kami Hadapi Lawan Bagus
Olahraga
11 jam yang lalu
Witan Sulaeman: Kami Hadapi Lawan Bagus
6
Zendaya Buka Peluang Kembali ke Dunia Musik dengan Lagu Baru
Umum
11 jam yang lalu
Zendaya Buka Peluang Kembali ke Dunia Musik dengan Lagu Baru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jokowi Kesal Rest Area Penuh Gerai Asing, Ini Jawaban Pengusaha

Jokowi Kesal Rest Area Penuh Gerai Asing, Ini Jawaban Pengusaha
Selasa, 10 Desember 2019 20:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kekecewaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas pemanfaatan rest area di ruas-ruas tol dipenuhi gerai-gerai waralaba asing seperti ayam goreng hingga kedai kopi merek global, ditanggapi dunia usaha pengelola pusat belanja.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengungkapkan bahwa sebenarnya waralaba asing yang hadir di Indonesia itu ada baiknya. Ini membuat banyak masyarakat tidak perlu keluar negeri dan asal bersaing dengan sehat.

"Saya kira gini waralaba asing itu sebenarnya buat kita ada bagusnya. Jangan dilihat jeleknya sebab bila orang kita (Indonesia) keluar negeri dia lihat juga restoran mana yang bagus-bagus begitu dia (restoran) itu ada di Indonesia ngapain keluar negeri lagi," kata Stefanus Ridwan saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Ia menuturkan bahwa kesuksesan yang diraih waralaba asing juga bisa menjadi motivasi bagi para pengusaha Indonesia. Mereka bisa berbisnis yang sama tapi dengan inovasi berbeda.

Meski begitu memang bukan langkah mudah untuk mengembangkan para UMKM. Untuk bersaing, para UMKM Indonesia sebaiknya juga harus memerhatikan segi kualitas, produk yang akan dijual, harga jual produk, lokasi dan promo.

"Mereka (pengusaha Indonesia) jika melihat ini sukses, hebat sebentar saja bisa ditiru. Orang kita juga pintar lihat peluang. Misalnya kaya minuman boba kekinian yang lain juga banyak kan sekarang. Jadi saya rasa enggak perlu khawatir soal itu yang penting kualitas dan harga harus diperhatikan," katanya.

Sebelumnya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan lebih lanjut terkait keinginan Jokowi ini. Dia mengatakan, hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari masifnya pembangunan tol beberapa tahun terakhir.

"Biasanya pembangunan tol akan mematikan UMKM di jalur konvensional di daerah. Toko-toko suvenir mati, Pak Presiden minta supaya UMKM itu bisa jualan di rest area," ungkapnya di komplek Istana Kepresidenan, Senin (9/12/2019).

Di sisi lain, saat ini juga mulai banyak produk unggulan UMKM yang berkualitas. "Kan banyak produk-produk lokal, banyak sekali dari goreng ayam, kue-kue, kafe yang punya brand lokal yang bisa bersaing bahkan lebih enak. Nah ini yang harus diberi akses," tandasnya.***

Sumber:CNBC Indonesia
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, DKI Jakarta
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/