Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Langkah-langkah Mudah Klaim Asuransi Mobil All Risk, Auto Diterima!
Umum
15 jam yang lalu
Langkah-langkah Mudah Klaim Asuransi Mobil All Risk, Auto Diterima!
2
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
Olahraga
13 jam yang lalu
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
3
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
Olahraga
11 jam yang lalu
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
4
PT Pembangunan Jaya Ancol Bukukan Pendapatan Rp 255,6 Miliar
Pemerintahan
11 jam yang lalu
PT Pembangunan Jaya Ancol Bukukan Pendapatan Rp 255,6 Miliar
5
Sekda DKI Kukuhkan 171 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Sekda DKI Kukuhkan 171 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji
6
Ketum PSSI Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda
Olahraga
12 jam yang lalu
Ketum PSSI Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Isu Kedekatan Novel dengan Gerindra, Ini Kata Eks Pansel KPK

Isu Kedekatan Novel dengan Gerindra, Ini Kata Eks Pansel KPK
Senin, 01 April 2019 17:02 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfikar
JAKARTA - Pakar Hukum Pidana dan Kejahatan Pencucian Uang, Yenti Garnasih menegaskan penegak hukum di KPK mesti netral dari segala bentuk kepentingan politis.

Hal ini, menyusul merebaknya isu Novel Baswedan yang disebut dekat dengan partai Gerindra.

"Penegak hukum itu harus netral, tidak berafiliasi dengan partai, apalagi di KPK. Kita lihat sendiri di KPK itu banyak yang dijadikan tersangka atau kasus-kasusnya berkaitan dengan politisi, Caleg lah, atau Anggota Legislatif lah, atau Ketum Partai lah, atau Kepala Daerah yang diusung oleh partai lah," papar Yenti kepada GoNews.co (GoNews Grup), Senin (01/04/2019).

Yenti yang juga bagian dari Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPK era sekarang, mengaku tak tahu jika Novel Baswedan diisukan dekat dengan Gerindra.

"Kedekatan itu, apa maksudnya? Kedekatan yang seperti apa? Gitu. Bukankah KPK itu selalu menjaga jarak dengan siapun tadinya untuk menjaga netralitasnya?" kata Yenti.

Yenti menegaskan, terlepas dari benar atau tidaknya isu Novel Baswedan dekat dengan Gerindra, afiliasi penegak hukum termasuk di KPK dengan kekuatan politik, tidaklah dibenarkan.

"Ya kita hanya bicara tidak boleh ada seperti itu. Kita tidak bicara Novel ya (tapi siapapun penegak hukum di KPK, red). Ya nggak bolehlah ada kepentingan partai, KPK ini kan independen ya, tidak ada juga kepentingan dari eksekutif, gitu," kata Yenti.

Sebelumnya, isu yang mengaitkan Novel Baswedan dengan Partai Gerindra, muncul pasca Jubir BPN Prabowo-Sandi yang juga salah satu Waketum Gerindra, Andre Rosiade, memberi bocoran kepada wartawan bahwa jika Prabowo menang di Pilpres 2019, Novel Baswedan atau Bambang Widjojanto akan menjadi Jaksa Agung.

Selain itu, Wakil Ketua DPR yang juga Waketum Gerindra, Fadli Zon, disebutnya juga membenarkan kepada wartawan bahwa Novel sudah lama dekat dengan Prabowo. Begitu juga dengan Waketum Gerindra lainnya, Arief Piuyono yang mengatakan Novel adalah 'orang kita' atau dalam konteks orang Partai Gerindra.

Hingga berita ini dimuat, Andre Rosiade belum mengangkat panggilan telepon GoNews Grup. Sementara elit Gerindra lainnya, Sufmi Dasco Ahmad, tengah menjalani rapat di DPR saat dikonfirmasi. "Bapak sedang rapat," ujar Isman, staf Dasco.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/