Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSIS Kantongi Licensing AFC Challenge League Dan BRI Liga 1
Olahraga
23 jam yang lalu
PSIS Kantongi Licensing AFC Challenge League Dan BRI Liga 1
2
Musisi dan Wartawan yang Tergabung di PSKI Sukses Gelar Halalbihalal
Umum
21 jam yang lalu
Musisi dan Wartawan yang Tergabung di PSKI Sukses Gelar Halalbihalal
3
Heru Budi Hartono Tinjau Lokasi Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Heru Budi Hartono Tinjau Lokasi Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
4
Senator Dailami Sesalkan Pengelola Minimarket Memukul Bukan Merangkul Jukir
DKI Jakarta
24 jam yang lalu
Senator Dailami Sesalkan Pengelola Minimarket Memukul Bukan Merangkul Jukir
5
Avril Lavigne Anggap Teori Konspirasi Tentangnya Sebagai Bukti Awet Muda
Umum
18 jam yang lalu
Avril Lavigne Anggap Teori Konspirasi Tentangnya Sebagai Bukti Awet Muda
6
Arema FC Gandeng Apparel Nasional Musim Depan
Olahraga
23 jam yang lalu
Arema FC Gandeng Apparel Nasional Musim Depan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jadi Dubes RI, Lalu Muhammad Iqbal Dorong Indonesia Pelajari Sivil Society Turki

Jadi Dubes RI, Lalu Muhammad Iqbal Dorong Indonesia Pelajari Sivil Society Turki
Kamis, 24 Januari 2019 00:03 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Turki, Dr. Lalu Muhammad Iqbal MA mengutakan, dirinya berharap Indonesia bisa belajar dari civil society Turki.

"Yang paling menarik dari Turki adalah civil society-nya. Kalau lihat ada bencana dimana-misal di Palu, kemudian ada bendera Turki di sana, itu bukan negara (pemerintahan) Turkinya tapi civil society-nya yang bergerak," kata Lalu saat menghadiri acara syukuran pelantikan dirinya menjadi Dubes di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jl. Menteng Raya no. 62 Jakarta Pusat pada Rabu (23/01/2019) malam.

"Kalo denger suka ada beasiswa d Istambul, itu civiel society-nya, tidak ada campur tangan pemerintah disitu," Lalu menambahkan.

Sehingga, kemajuan Turki sebagai negara tak terlepas dari kemandirian civil society-nya dalam hal ekonomi, dan civil society yang kuat akan terbentuk dari masyarakat kelas menengah.

"Kayak di Turki, rata-rata kelas menengahnya itu pedagang," ujar Lalu.

Ia melanjutkan, "Kabar baiknya, di Indonesia, kelas menengah sudah banyak diisi umat Islam,".

Sebagai kader Muhammdiyah, Lalu pun berharap generasi muda Muhammadiyah bisa menjadi bagian dari motor penggerak tumbuh kembangnya civil society kelas menengah yang kuat dari kalangan muslim di Indonesia.

"Saya harap Muhammadiayah bisa mendorong lahirnya kelas menengah baru dari kalangan Islam," kata Lalu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/