Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Srikandi PLN Mengajar, Mahasiswa LP3I Jakarta Gali Lebih Dalam Peran Humas di Era Digital
Umum
10 jam yang lalu
Srikandi PLN Mengajar, Mahasiswa LP3I Jakarta Gali Lebih Dalam Peran Humas di Era Digital
2
Tampil di Kandang, Borneo FC Lebih Percaya Diri Hadapi Madura United FC
Olahraga
10 jam yang lalu
Tampil di Kandang, Borneo FC Lebih Percaya Diri Hadapi Madura United FC
3
Senator Dailami Ingin Pemprov DKI Segera Bangun RSUD Tipe B di Kepulauan Seribu
DPD RI
9 jam yang lalu
Senator Dailami Ingin Pemprov DKI Segera Bangun RSUD Tipe B di Kepulauan Seribu
4
Hadapi Borneo FC di Leg Kedua Semifinal, Rakhmat Basuki: Ada Energi Positif
Olahraga
10 jam yang lalu
Hadapi Borneo FC di Leg Kedua Semifinal, Rakhmat Basuki: Ada Energi Positif
5
Cadenazzi Optimistis Borneo FC Catat Hasil Positif
Olahraga
10 jam yang lalu
Cadenazzi Optimistis Borneo FC Catat Hasil Positif
6
Srikandi PLN dan Bhayangkari, Berbagi Cahaya Pengetahuan Listrik untuk Masyarakat
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Srikandi PLN dan Bhayangkari, Berbagi Cahaya Pengetahuan Listrik untuk Masyarakat
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Ketum IMM Sumut : Stop Memprovokasi Masyarakat

Ketum IMM Sumut : Stop Memprovokasi Masyarakat
Minggu, 24 Juni 2018 22:01 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Ketua Umum DPD IMM Sumut, Zulham Hidayah Pardede mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Sumut, terutama mahasiswa agar terlibat aktif dalam mengawal proses Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 ini.

Dia juga meminta agar mahasiswa harus berbaur dan mengambil bagian dalam proses pilkada ini secara maksimal, terutama dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar tercipta suasanan pilkada yang damai.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Sumut agar terlibat aktif dalam menciptakan situasi pilkada yang damai. Proses pilkada ini harus kita jadikan sebagai momentum demokrasi yang membahagiakan dan menguatkan persatuan kita. Segala perbedaan pandangan politik harus dipahami sebagai sebuah proses demokrasi yang harus dihormati. Dengan begitu akan tercipta pilkada yang damai, seperti cita-cita kita semua," ujar dia, Minggu (24/6/2018) dalam siaran pers yang diterima.

Kemudian, Zulham juga menyarankan masyarakat agar meletakkan pilihan terhadap kandidat dengan rasional. Kacamata rasionalitas tidak boleh tertutupi oleh issu yang selama proses kampanye beredar tanpa filtrasi yang jelas.

"Terutama kaum pemilih pemula, jangan berpikir untuk golput, mari bersama-sama kita pilih kandidat yang secara keilmuan dan kesiapan program untuk memimpin Sumut 5 tahun ke depan. Dari tiga tahap debat dan sosialisasi yang dilakukan tim kampanye, tentu sudah cukup bagi kita melihat mana kandidat yang benar-benar faham persoalan manajerial pemerintahan," ujar Zulham Pardede.

Terakhir, dia juga meminta kepada seluruh tim pemenangan agar mematuhi segala peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam pilkada. Apalagi sekarang ini sudah masuk pada tahapan minggu tenang.

"Saya berharap semua bisa menahan diri untuk patuh pada aturan yang ada. Termasuk berhenti menciptakan opini-opini baru, apalagi opini negatif yang menyesatkan. Kita berkeinginan agar semuanya terlibat dalam menciptakan pilkada yang damai. Jangan ada lagi yang memprovokasi masyarakat, biarkan masyarakat memilih tanpa pembodohan-pembodohan yang tidak berdasar," tutup Zulham.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Politik, Umum
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/