Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Srikandi PLN Mengajar, Mahasiswa LP3I Jakarta Gali Lebih Dalam Peran Humas di Era Digital
Umum
11 jam yang lalu
Srikandi PLN Mengajar, Mahasiswa LP3I Jakarta Gali Lebih Dalam Peran Humas di Era Digital
2
Tampil di Kandang, Borneo FC Lebih Percaya Diri Hadapi Madura United FC
Olahraga
11 jam yang lalu
Tampil di Kandang, Borneo FC Lebih Percaya Diri Hadapi Madura United FC
3
Senator Dailami Ingin Pemprov DKI Segera Bangun RSUD Tipe B di Kepulauan Seribu
DPD RI
10 jam yang lalu
Senator Dailami Ingin Pemprov DKI Segera Bangun RSUD Tipe B di Kepulauan Seribu
4
Srikandi PLN dan Bhayangkari, Berbagi Cahaya Pengetahuan Listrik untuk Masyarakat
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Srikandi PLN dan Bhayangkari, Berbagi Cahaya Pengetahuan Listrik untuk Masyarakat
5
Cadenazzi Optimistis Borneo FC Catat Hasil Positif
Olahraga
11 jam yang lalu
Cadenazzi Optimistis Borneo FC Catat Hasil Positif
6
Hadapi Borneo FC di Leg Kedua Semifinal, Rakhmat Basuki: Ada Energi Positif
Olahraga
11 jam yang lalu
Hadapi Borneo FC di Leg Kedua Semifinal, Rakhmat Basuki: Ada Energi Positif
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Warga Beralih ke Bright Gas Disebabkan LPG 3 Kg Langka dan Mahal

Warga Beralih ke Bright Gas Disebabkan LPG 3 Kg Langka dan Mahal
Rabu, 27 Desember 2017 08:20 WIB

PALAS-Sudah lebih sebulan terakhir ini gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Padang Lawas (Palas) langka dan harganya mahal hingga Rp 40.000/tabung.

Karena kebutuhan gas LPG masyarakat di daerah ini kian tinggi, sehingga sebagian warga terpaksa beralih LPG nonsubsidi ukuran 5 kilogram, Brigth Gas.

"Cukup repot sebulan terakhir ini mencari tabung gas yang ukuran 3 kilo di sini. Kalaupun didapatkan, harganya udah tinggi, Rp 30.000 sampai Rp 40.000 per tabung," sebut Intan, ibu rumah tangga di Kecamatan Sosa.

"Bayangkan aja, saat ini harga gas yang 3 kilo sudah Rp 30.000-Rp 40.000. Biasanya, dalam sebulan kami menghabiskan sebanyak 2 tabung gas yang 3 kilo itu," tambahnya.

Artinya, lanjut Intan, selama sebulan terakhir ini, untuk biaya pembelian gas elpiji tabung melon menghabiskan biaya sebesar Rp 60.000-Rp 80.000/bulannya.

"Setelah saya hitung-hitung, ternyata harganya sudah cukup untuk membeli isi ulang gas LPG tabung 5 kilo yang warna pink. Makanya, kami sekarang sudah pakai gas LPG tabung 5 kilo, cukup mudah didapatkan dan tidak langka," jelasnya.

Senada itu, H. Muhammad Nur Hasibuan, satu pemilik pangkalan gas LPG di Kecamatan Barumun saat ditemui wartawan, sedang menjual ganti tabung gas melon ke tabung gas pink ke salah satu pelanggannya.

"Iya, sejak sebulan terakhir ini, memang banyak masyarakat di sini yang sudah mengganti tabung gas yang 3 kilo, ke tabung gas yang 5 kilo," terangnya.

Dikatakannya, dalam seminggu, pasokan gas LPG tabung melon yang masuk ke tempatnya hanya sebanyak 200 tabung. "Namun, belum sampai seminggu, pasokannya sudah habis dibeli masyarakat," tambahnya.

Untuk gas LPG tabung melon, lanjutnya, dia menjual ke masyarakat di harga Rp 20.000/tabung dan tidak melayani pengecer lagi. "Soalnya kalau kita melayani pengecer, nanti mereka ambil dari kita Rp 20.000/tabung, dijualnya kembali ke masyarakat di harga Rp 30.000/tabung," katanya.

Untuk penjualan gas elpiji tabung pink, terangnya, dijual seharga Rp 350.000 per tabung berikut isinya. "Kalau isi ulangnya dijual Rp 180.000/tabung. Kalau ada masyarakat yang ini mengganti tabung gas ukuran 3 kilo menjadi 5 kilo, maka tabung gas kosong yang 3 kilo dihargai Rp 110.000/tabung.

Berarti, masyarakat tinggal menambahkan uang sebesar Rp 240.00 sudah mendapat gas LPG tabung pink ukuran 5 kilo," tutupnya.

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Ekonomi
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/