Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Langkah-langkah Mudah Klaim Asuransi Mobil All Risk, Auto Diterima!
Umum
13 jam yang lalu
Langkah-langkah Mudah Klaim Asuransi Mobil All Risk, Auto Diterima!
2
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
Olahraga
12 jam yang lalu
Shin Tae-yong: Masih Ada Kesempatan Indonesia Lolos ke Paris
3
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
Olahraga
10 jam yang lalu
Promosi dan Degradasi di Timnas U-16 Selama TC di Yogyakarta
4
PT Pembangunan Jaya Ancol Bukukan Pendapatan Rp 255,6 Miliar
Pemerintahan
10 jam yang lalu
PT Pembangunan Jaya Ancol Bukukan Pendapatan Rp 255,6 Miliar
5
Sekda DKI Kukuhkan 171 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Sekda DKI Kukuhkan 171 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji
6
Ketum PSSI Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda
Olahraga
11 jam yang lalu
Ketum PSSI Bangga dengan Perjuangan Garuda Muda
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Esa: Pedagang Kuliner Pujasera Pantai Padang Seperti Tumpukan "Sardencis"

Esa: Pedagang Kuliner Pujasera Pantai Padang Seperti Tumpukan Sardencis
Salah seorang pedagang di kuliner Pujasera Pantai Padang mengadukan minimnya sarana dan prasaran di tempat mereka berjualan.
Kamis, 23 November 2017 20:16 WIB
Penulis: Agib Noerman
PADANG - Kebijakan Pemko Padang yang merelokasi pedagang pantai Padang ke tempat kuliner Pujasera yang tergesa-gesa berdampak langsung bagi pedagang. Tempatnya yang kecil sehingga para pedagang yang berjualan kelihatan seperti "kaleng sardencis" yang tersusun, tidaj adanya sarana penerangan serta minimnya sarana MCK  adalah sesuatu yang biasa ditemukan di tempat kuliner Pujasera.

Beberapa sarana dan prasarana yang minim masih ditemui Maidestal Hari Mahesa, anggota DPRD Padang ketika meninjau langsung tempat relokasi pedagang di Pantai Padang. Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, tempat kuliner Pujasera tidak representatif bagi pedagang. Esa, begitu panggilan akrab Maidestal, menyebut dalam merelokasi pedagang Pemko terkesan terburu-buru dan "memaksa" pedagang untuk pindah.

"Sarana dan prasarana belum memadai. Lokasi yang sempit dan membuat pedagang berdesak-desakan membuktikan Pemko tidak serius menangani persoalan pedagang di Pantai Padang," kata Esa kepada GoSumbar, Kamis (23/11/2017) di sela-sela kegiatan resesnya.

Esa menjelaskan, di lokasi kuliner Pujasera terdapat 49 pedagang yang menggantungkan kehidupan keluarga mereka dengan berjualan. Dengan kondisi tempat yang tidak representatif, penjualan pedagang menurun. Dampaknya, perekonomian keluarga pedagang tidak jalan.

"Banyak pedagang mengeluhkan kondisi mereka. Bahkan, dari pertemuan dengan pedagang terungkap ada yang anaknya sudah empat bulan tidak membayar uang sekolah. Kondisi ini memang cukup memprihatinkan," kata Esa.

Esa berharap kepada Pemko Padang terutama Walikota Mahyeldi untuk peka terhadap persoalan sosial seperti ini. Wako Mahyeldi, sebut Esa, jangan hanya mengejar prestise dengan meraih berbagai penghargaan tapi mengorbankan hak dasar warga Kota Padang.

Persoalan yang dihadapi para pedagang kuliner Pujasera menjadi catatan penting bagi Maidestal. Esa berjanji akan melaporkan langsung masalah ini ke walikota. "Fraksi PPP nanti juga akan merekomendasikan perbaikan kuliner Pujasera. Masalah ini akan dimasukan ke dalam pandangan Fraksi PPP di DPRD Padang," ungkap Esa.(agb)

wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/