Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSIS Kantongi Licensing AFC Challenge League Dan BRI Liga 1
Olahraga
22 jam yang lalu
PSIS Kantongi Licensing AFC Challenge League Dan BRI Liga 1
2
Musisi dan Wartawan yang Tergabung di PSKI Sukses Gelar Halalbihalal
Umum
20 jam yang lalu
Musisi dan Wartawan yang Tergabung di PSKI Sukses Gelar Halalbihalal
3
Heru Budi Hartono Tinjau Lokasi Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Heru Budi Hartono Tinjau Lokasi Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
4
Senator Dailami Sesalkan Pengelola Minimarket Memukul Bukan Merangkul Jukir
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Senator Dailami Sesalkan Pengelola Minimarket Memukul Bukan Merangkul Jukir
5
Avril Lavigne Anggap Teori Konspirasi Tentangnya Sebagai Bukti Awet Muda
Umum
17 jam yang lalu
Avril Lavigne Anggap Teori Konspirasi Tentangnya Sebagai Bukti Awet Muda
6
Arema FC Gandeng Apparel Nasional Musim Depan
Olahraga
22 jam yang lalu
Arema FC Gandeng Apparel Nasional Musim Depan
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kesehatan

Jangan Langsung Tidur Usai Sahur, Ini Bahayanya

Jangan Langsung Tidur Usai Sahur, Ini Bahayanya
Ilustrasi tidur. (int)
Selasa, 30 Mei 2017 09:03 WIB
JAKARTA - Seabgian umat Islam terkadang langsung tidur usai sahur sambil menunggu masuknya waktu Shalat Subuh. Ternyata hal itu sangat membahayakan kesehatan.

Dikutip dari tempo.co, konsultan penyakit lambung dan pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM, Ari Fahrial Syam mengatakan mereka yang langsung tidur setelah sahur membuat asam lambung balik arah atau kembali ke kerongkongan yang pada akhirnya bisa menimbulkan masalah pada saluran cerna atas.

''Terlebih jika sudah punya penyakit maag, maka kebiasaan ini meningkatkan risiko terjadinya masalah pada lambung, seperti dispepsia,'' kata Ari seperti dikutip dari keterangan tertulis Philips Indonesia.

Selain tidur setelah sahur, beberapa kebiasaan yang berbahaya bagi kesehatan selama puasa adalah makan berlebihan saat berbuka, diikuti dengan merokok. Ari menyarankan agar berbuka puasa dengan porsi sedang.

Misalnya dimulai dengan makanan ringan dalam porsi kecil, lalu menunggu hingga setelah salat Magrib sebelum melanjutkan makanan utama.

''Budaya balas dendam untuk menggandakan makan siang dan makan malam saat berbuka harus dihindari,'' ujarnya.

''Biasakan diri berhenti makan dua jam sebelum tidur agar pencernaan bisa bekerja optimal.''

Selama berpuasa, Ari melanjutkan, orang sering menghadapi masalah asam lambung.

Meski bukan merupakan penyakit mematikan namun dapat menimbulkan komplikasi. Salah satu implikasi dari penyakit lambung adalah GERD atau gastroesophageal reflux disease. Ini merupakan penyakit pencernaan yang paling umum terjadi pada orang dewasa.

Gejala khas dari GERD adalah rasa panas di dada seperti terbakar dan ada sesuatu yang balik arah seperti ada yang mengganjal, atau disebut juga sebagai heartburn. Heartburn yang berhubungan dengan GERD biasanya dialami setelah makan. Gejala GERD lainnya adalah suara serak, radang tenggorokan, batuk kering kronis, terutama pada malam hari.

Menurut Ari, penanganan penderita GERD pada prinsipnya menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi. Caranya dengan mengubah gaya hidup, bila perlu melalui intervensi medis. Pasien GERD disarankan untuk tidak mengkonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, dan meningkatkan konsumsi buah dan sayur.

Penderita GERD juga disarankan tidak mengkonsumsi daging dan jeroan pada saat yang bersamaan, tidak mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam, kurangi kafein, alkohol, dan soda. Selain itu, hindari stres dan kendalikan berat badan hingga mencapai indeks massa tubuh ideal, serta hindari tidur 2 jam setelah makan, karena bisa menyebabkan refluks asam lambung.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/