Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemprov DKI Adakan Nobar Indonesia Lawan Irak di Piala Asia U 23
Olahraga
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Adakan Nobar Indonesia Lawan Irak di Piala Asia U 23
2
Indonesia Kalah, Gol Jasim Elaibi Paksa Indonesia Terbang ke Paris
Olahraga
15 jam yang lalu
Indonesia Kalah, Gol Jasim Elaibi Paksa Indonesia Terbang ke Paris
3
Lawan Irak, Ini Harapan Iwan Bule Jelang Laga Timnas Indonesia
Olahraga
21 jam yang lalu
Lawan Irak, Ini Harapan Iwan Bule Jelang Laga Timnas Indonesia
4
Persib Bersiap Menyongsong Championship Series
Olahraga
19 jam yang lalu
Persib Bersiap Menyongsong Championship Series
5
FIBA dirikan Kantor Perwakilan di Jakarta, Menpora Dito: Wujud Kepercayaan Dunia Basket
Olahraga
20 jam yang lalu
FIBA dirikan Kantor Perwakilan di Jakarta, Menpora Dito: Wujud Kepercayaan Dunia Basket
6
Langkah-langkah Mudah Klaim Asuransi Mobil All Risk, Auto Diterima!
Umum
5 jam yang lalu
Langkah-langkah Mudah Klaim Asuransi Mobil All Risk, Auto Diterima!
Home  /  Berita  /  Riau

Kampanye di Terantang Dihadiri Ratusan Warga, M Amin Tawarkan Solusi Atasi Pengangguran

Kampanye di Terantang Dihadiri Ratusan Warga, M Amin Tawarkan Solusi Atasi Pengangguran
Minggu, 20 November 2016 19:55 WIB

TAMBANG - Ratusan masyarakat Desa Terantang, Kecamatan Tambang hadiri kampanye Calon Bupati Kampar Nomor Urut 1, Muhammad Amin di salah satu rumah warga, Sabtu (19/11/2016) malam.

Kedatangan Calon Bupati Kampar Nomor Urut 1 ini memang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat, karena itu tak heran antusias warga Terantang memenuhi halaman rumah hingga jalan raya, untuk sengaja bertatap muka khusus dengan Muhammad Amin.

Kampanye Pasangan Calon (Paslon) Bupati Kampar, Muhammad Amin-Muhammad Saleh, yang diusung Partai Demokrat dan Hanura ini, juga dihadiri tokoh masyarakat setempat diantaranya mantan Kepala Desa Terantang Ilzam atau akrab disapa Buil, M Yani, Koordinator Kecamatan Tim Relawan Amin Saleh Kecamatan Tambang Arlipis dan lainnya.

Pada kesempatan ini, Paslon Amin-Saleh yang merupakan perpaduan antara pengusaha dan birokrat, kembali menyampaikan persoalan yang selalu disampaikan masyarakat, diantaranya tingginya angka pengangguran, mahalnya harga kebutuhan pokok, rendahnya harga karet dan kelapa sawit serta hasil produksi masyarakat lainnya.

"Kalau ini (pengangguran) tidak diurus maka bahaya bagi Kampar. Untuk mengurangi pengangguran, Amin-Saleh punya solusi," tegas Amin yang juga putra kelahiran Pulau Permai, Kecamatan Tambang itu.

Namun demikian Amin kembali menegaskan bahwa pasangan ini tidak mau berjanji muluk-muluk terhadap masyarakat. "Kami tak akan menjanjikan anak kemenakan kami bisa menjadi PNS karena penerimaan PNS regulasinya diatur undang-undang. Namun kami menjanjikan akan membuka lapangan kerja dengan mendorong tumbuhnya industri," ucap pria yang juga pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam (STI) di Batubersurat selama tujuh tahun tersebut.

"Kita akan buat Perda, semua perusahaan di negeri ini tenaga kerjanya wajib minimal tenaga kerjanya dua puluh persen dari masyarakat tempatan," tegasnya lagi.

"Solusi yang saya tawarkan kalau Allah takdirkan saya jadi bupati kita akan bangun industri hilir. Industri yang mengolah bahan baku karet dan kelapa sawit menjadi produk hilir sehingga harga kedua komoditi karet dan kelapa sawit bisa naik," ucap Amin.

Ia menyampaikan, kalau pemimpin di Kabupaten Kampar kedepan tidak punya program dan solusi untuk mengatasi masalah ini, jika tidak ada perubahan maka jangan harap kehidupan masyarakat Kabupaten Kampar akan berubah. Kampar makin hari makin susut pembangunannya.

"Kalau Allah takdirkan kami jadi kami akan memaksimalkan buat pabrik sebanyak mungkin supaya anak kemenakan Kampar bisa bekerja," ucap Amin.

Dengan terbangunnya banyak pabrik maka akan menghidupkan usaha lainnya. Dengan demikian ekonomi masyarakat kita bisa terangkat, putra putri Kabupaten Kampar bisa bekerja dan usaha masyarakat akan berkembang.

Menurut Amin, Pemkab Kampar harus mengejar sebanyak mungkin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN ) dan jangan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kampar sambil terus mencari sumber dana yang lain seperti dana CSR dari perusahaan.

"Kalau bupati hanya mengandalkan APBD Kampar banyak kebutuhan masyarakat Kampar yang tidak akan terpenuhi karena saat ini pemerintah pusat terus mengurangi dana bagi hasil (DBH). Di sisi lain dana APBD yang bisa digunakan untuk pembangunan fisik hanya sekitar 20 persen karena separuh lebih APBD Kampar habis untuk membayar gaji pegawai negeri sipil," terangnya.rls

Editor:Sofad
Kategori:Politik, Riau
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/